Jumat, 12 November 2010

Membangun kemauan dan motivasi : caranya bagaimana ?

Sebelum berbicara caranya, saya akan berbicara terlebih mengenai apa yang mendasari terbangunnya kemauan dan motivasi tersebut.

Ada 3 hal yang mendasarinya, yaitu :

1.Pentingnya tujuan hidup, Ingin menjadi bagaimana sih kita sebenarnya, keberhasilan hidup yang seperti apa yang kita inginkan kelak ?

2.Pentingnya perencanaan hidup, Setelah tujuan hidup yang nanti akan kita tentukan telah ditetapkan, selanjutnya apa saja rencana dan strategi untuk pencapaian tujuan tadi

3.Bagaimana hidup ini harus dilalui, Kita akan selalu sadari dinamika dalam menjalani kehidupan, jelas dipenuhi kesenangan sekaligus kesulitan. Lalu bagaimana melaluinya agar tujuan tadi bisa tercapai ?
Okelah, selanjutnya akan saya ungkap cara atau lebih tepatnya langkah – langkah untuk membangun kemauan dan motivasi.

Ada 3 langkah, yaitu sebagai berikut :

1. Mengumpulkan tenaga.

Ya, kita harus menghimpun terlebih dahulu tenaga atau energi kita, caranya :
•Membentuk kesadaran penuh dalam diri bahwa hidup memang harus memiliki tujuan yang jelas.
•Tahu dengan pasti apa manfaat yang akan diperoleh dari setiap tindakan kita, agar makin yakin tentang manfaat yang akan kita peroleh, baiknya tertulis di dalam buku pribadi kita.
•Hindari membuang tenaga secara percuma, apa saja yang bisa disebut membuang tenaga secara percuma itu. Yang pertama marah, dengan marah seluruh syaraf di kepala akan tegang, maka akan mudah menghilangkan konsentrasi kita. Sebab syaraf – syaraf itulah yang bisa membuat kita berfikir, sehingga ide – ide dapat bermunculan. Kedua, banyak bicara, karena berbicara juga butuh kerja otak, jd berbicaralah hanya hal positif yang bisa menghasilkan sesuatu yang positif pula. Ketiga, sibuk memikirkan penghargaan orang terhadap diri kita. Berkaryalah yang positif, maka tidak perlu minta dihargai, secara otomatis kita akan mendapat penghargaan dari orang lain.
•Tidak ikut campur dan larut terlalu jauh ke dalam masalah – masalah yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan diri kita.
•Tingkatkan kemampuan berkonsentrasi kita, sebab jika tidak maka akan sangat sulit kita dapat menemukan solusi terhadap segala permasalahan yang timbul.
•Istirahat dan tidur yang cukup, kita mempunyai hak untuk sukses, tapi jangan lupa tubuh juga mempunyai hak untuk istirahat. Jadi penuhilah hak tubuh kita, niscaya tubuh kita pun akan maksimal mewujudkan hak dari keinginan kita.

2. Menggunakan tenaga

Tenaga sudah kita kumpulkan, sekarang saatnya kita gunakan, namun apa saja prinsip agar dalam penggunaan tenaga tersebut kita bisa maksimal dan tidak terbuang percuma.
•Keteraturan, sesuatu yang teratur memberikan suasana yang kondusif dan terarah, maka sangat penting yang namanya penjadwalan itu. Jalankan langkah demi langkah dari setiap poin pada jadwal yang telah kita susun.
•Keseimbangan, siapapun orangnya tidak akan mau rugi, jadi jangan kita bikin sesuatu yang nantinya akan membuat rugi. Maksudnya adalah, kita sadari bahwa tubuh terdiri dari 3 komponen, yaitu fisik, rohani, dan akal. Masing – masing komponen tadi memiliki hak yang berbeda, tugas kita penuhi hak – haknya. Seperti untuk fisik mempunyai hak makan, minum, istirahat, olah raga dan lain – lain yang bisa dilakukan oleh fisik. Kemudian rohani mempunyai hak beribadah, mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, berdo’a untuk kelancaran dalam pencapaian tujuan hidup kita dan tidak keluar dari cara – cara yang positif. Lalu akal mempunyai hak belajar, terus menerus mendapatkan pengetahuan dan ilmu, yang nantinya akan mendukung menemukan berbagai ide dan solusi. Jadi seimbangkanlah ketiga komponen tubuh kita, maka kesuksesan akan diraih.
•Jangan berlebihan, lakukan semua rencana masa depan kita menurut jadwal yang telah kita susun dengan matang, jalankan sesuai porsinya. Jangan sampai kita kelelahan dan sakit, sehingga menghambat semuanya.
•Fokus, di sini kata kuncinya, sia – sia dan pastinya berantakan segala sesuatu yang telah kita upayakan secara susah payah, jika semuanya tidak fokus. Maka fokus, fokus, dan fokuslah.

3. Mengembalikan tenaga

Seperti apa mengembalikan tenaga itu dan bagaimana caranya, pasti anda tahu olah raga, dalam berolah raga kita akan menjalani 3 tahap, yaitu pemanasan, aksi, dan pendinginan. Nah mengembalikan tenaga ini adalah model lain dari istilah pendinginan tadi. Tujuannya adalah untuk evaluasi sekaligus penyegaran kembali. Sehingga ada tenaga baru untuk melanjutkan misi perubahan hidup. Caranya ada 4, yaitu :
•Berserah diri kepada Yang Maha Kuasa atas segala yang telah kita usahakan dan kerjakan dengan maksimal. Dengan harapan Yang Maha Kuasa dapat mewujudkannya. Bukankah semua hasil hanya Yang Maha Kuasa yang menentukan.
•Introspeksi dan evaluasi, hal apa yang bisa terus kita lakukan dan hal apa yang harus dihilangkan atau tidak perlu kita lakukan lagi.
•Melakukan rekreasi, ini penting untuk penyegaran karena biasanya inspirasi bisa muncul kalau fikiran kita dalam kondisi segar, kemudian bisa memberikan ketenangan hati dan fikiran juga, yang pasti bisa memberi banyak variasi hidup, seperti bertemu banyak orang, berinteraksi dengan kenalan baru. Jangan lupa orang lain bisa menjadi sumber inspirasi loh J
•Penjadwalan ulang, seperti sudah saya singgung sebelumnya, bahwa sesuatu yang mendukung pencapaian tujuan hidup kita bisa dicantumkan kembali dalam jadwal, sementara yang tidak kita hapus, kemudian tambah sesuatu yang baru, tentunya yang lebih efektif dan efisien.
Sudah sangat panjang saya ungkap cara membangun kemauan dan motivasi ini, artikel ini hanya sebatas teori, tentunya teori tidak akan memberi efek apapun jika tidak dipraktekkan.
Yuk !! kita pratekkan bersama.
Terakhir timbul pertanyaan, bagaimana mengukur kalau kemauan dan motivasi kita sudah terbangun ?
Cara sederhananya adalah seberapa banyak orang yang mendengarkan kita dan ikut bertindak mewujudkan tujuan hidupnya...

Posted By : ferry herdianto | In : Kemauan & Motivasi

Apakah Yang Paling… Di Dunia???

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau mengajukan beberapa pertanyaan:
Imam Ghazali = Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 = Orang tua
Murid 2 = Guru
Murid 3 = Teman
Murid 4 = Kaum kerabat
Imam Ghazali = Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran:185).


Imam Ghazali = Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?
Murid 1 = Negeri Cina
Murid 2 = Bulan
Murid 3 = Matahari
Murid 4 = Bintang-bintang
Iman Ghazali = Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling jauh adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.


Iman Ghazali = Apa yang paling besar di dunia ini?
Murid 1 = Gunung
Murid 2 = Matahari
Murid 3 = Bumi
Imam Ghazali = Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf:179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.


IMAM GHAZALI = Apa yang paling berat di dunia?
Murid 1 = Baja
Murid 2 = Besi
Murid 3 = Gajah
Imam Ghazali = Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.


Imam Ghazali = Apa yang paling ringan di dunia ini?
Murid 1 = Kapas
Murid 2 = Angin
Murid 3 = Debu
Murid 4 = Daun-daun
Imam Ghazali = Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.

Imam Ghazali = Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid-murid dengan serentak menjawab = Pedang
Imam Ghazali = Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Semoga bermanfaat...

Mari kita meluangkan waktu...

Luangkan waktu untuk berpikir, karena berpikir adalah sumber kekuatan.
Luangkan waktu untuk membaca, karena membaca adalah landasan sikap bijaksana.
Luangkan waktu untuk bermain, karena bermain merupakan rahasia awet muda.
Luangkan waktu untuk diam, karena diam adalah kesempatan menuju Allah.
Luangkan waktu untuk peduli, karena peduli adalah kesempatan membantu sesama.
Luangkan waktu untuk mencintai dan dicintai, karena cinta adalah anugerah yang besar dari Allah.
Luangkan waktu untuk tertawa, karena tertawa adalah musik jiwa.
Luangkan waktu untuk bersikap santun, karena sikap santun adalah jalan menuju kebahagiaan.
Luangkan waktu untuk mengkhayal, karena khayalan melahirkan masa depan.
Luangkan waktu untuk berdoa, karena doa adalah kekuatan terbesar di muka bumi.